Membuat Jam Digital Masjid dengan Arduino tanpa EEPROM

Source code ini menjadi jantung dari jam digital masjid yang seringkali dipasang di dinding masjid untuk memperlihatkan jadwal shalat secara otomatis, atau ada pun yang menyebutnya alarm sholat otomatis. Gambar inilah ini hanya ilustrasi. 🙂

Otomatis Update Selamanya tanpa EEPROM
Berbeda dengan sejumlah jadwal sholat memakai EEPROM guna menyimpan jadwal sholat tahunan. jam dinding digital  – ini sangat luwes dan tidak butuh update jadwal secara rutin, karena jadwal sholat didapatkan dari proses perhitungan sebagaimana hisab yang seringkali dilakukan oleh kementrian agama. Ada formula yang ditanam dalam program ini. Sehingga perangkat ini tidak membutuhkan EEPROM guna menyimpan jadwal sholat yang seringkali hanya mengandung 1 tahun saja.

Misal Anda memasarkan alat dengan kiat penentuan jadwal sholat ini, ada sejumlah kelebihan atau kelemahan yang bakal Anda alami :
Customer tidak butuh repot update jadwal masing-masing bulan atau masing-masing tahun
Anda sebagai penjaja alat pun tidak butuh repot mengerjakan update jadwal sholat secara rutin
Tapi kita sebagai penjaja alat tidak bakal mendapat tip tambahan sebab customer tidak butuh jasa update jadwal dari kita lagi 😀
Alat dapat dikirim ke mana saja, yang urgen Anda tahu titik lintang bujurnya, kita tidak direpotkan dengan tabel jadwal tahunan yang angkanya tidak sedikit berbaris-baris itu. 🙂

Customer juga dapat dengan gampang mengganti tempat lintang bujur bilamana customer tiba-tiba pulang menjadi reseller atau agen Anda, enak kan?
Tidak butuh ada software guna memprogram jadwal dari komputer sebab data yang dimasukkan simpel.
Perhitungan jadwal sholat ini berlaku di semua kota dan kabupaten se-Indonesia!

Hanya Source Code Menghitung Jadwal Sholat
Source code yang anda bagikan melulu untuk menghitung jadwal sholat dalam 1 hari. Jika Anda bercita-cita bahwa source code ini telah diintegrasikand dengan RTC, LED P10, bluetooth, suara MP3, dan sebagainya dan sebagainya, maka kita salah kamar.

Coding Arduino dan Penjelasannya
Setelah kita copas atau menyaksikan source code di bawah ini, silakan lanjutkan dengan menyimak penjelasannya. Sebab, ada sejumlah hal yang butuh Anda perhatikan supaya mudah bila hendak melakukan modifikasi.

Pada dasarnya nama masa-masa sholat ialah bahasa Inggris, tetapi kita modifikasi supaya yang hadir bahasa Indonesia. Lalu, sebetulnya dalam library tidak dihitung masa-masa imsak, tapi anda modifikasi juga supaya bisa memperlihatkan waktu imsak. Source code lengkapnya laksana ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *